Akhirnya Jagung Berbasis Irigasi IoT Pertama Di Sulut, Dipanen BRMP Dan UNSRAT
BRMP Sulawesi Utara (BRMP Sulut) bersama Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado memimpin seluruh rangkaian acara panen jagung. Kolaborasi antara pemerintah dan akademisi ini berhasil menerapkan inovasi irigasi presisi di era industri 4.0.
Kegiatan panen jagung dengan sistem pengairan yang berbasis Internet of Things (IoT) dilakukan di lahan Koperasi Makol Maju Bersama. Jagung yang dipanen tersebut merupakan jagung varietas NK Sumo dengan dana dari Competitive Grant (CG).
Panen jagung dilaksanakan di Kawasan Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE). Kegiatan ini menampilkan hasil penerapan teknologi pertanian modern yang dikembangkan secara khusus untuk menjawab tantangan perubahan iklim saat ini.
Lokasi kegiatan panen berada di Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Lahan pertanian tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan yang menerapkan standar teknologi digital terbaru.
Acara ini berlangsung pada Hari Jumat tanggal 17 April. Waktu pelaksanaan ini menandai keberhasilan siklus tanam yang menggunakan metode dan teknologi yang berbeda dari sistem konvensional sebelumnya.
Penerapan sistem irigasi hemat air berbasis Internet of Things (IoT) dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya alam. Teknologi ini hadir sebagai solusi konkret agar sektor pertanian tetap produktif, meskipun menghadapi berbagai tantangan kondisi cuaca dan lingkungan.
Para petani dan tenaga ahli memantau lahan melalui sensor kelembaban tanah yang terhubung langsung ke gawai pintar. Sistem otomasi ini mengatur penyiraman secara otomatis sehingga penggunaan air bisa berkurang hingga 40 persen dan hasil panen meningkat signifikan.
Penerapan teknologi tersebut berhasil meningkatkan produktivitas lahan sebesar 20 hingga 30 persen dibandingkan cara bertani biasa. Keberhasilan ini menjadikan Minahasa Utara sebagai pilot project untuk korporasi petani berbasis digital demi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Direktur Wilayah BRMP Sulut Steivie Karouw, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan sangat baik. Pihaknya juga menyatakan kesiapan untuk menerima mahasiswa magang agar ilmu pengetahuan bisa diterapkan langsung di lapangan.
Dekan UNSRAT menegaskan bahwa keterlibatan dosen dan mahasiswa merupakan bentuk nyata hilirisasi riset dari kampus. Laboratorium kini hadir di tengah sawah sehingga generasi muda bisa belajar langsung tentang bagaimana teknologi mengubah wajah pertanian Indonesia.